Tutorial Hyperliquid 2026: Cara Deposit, Trading & Withdraw (+ Kode KKINVEST Diskon 4%)
- Apa itu Hyperliquid: Bursa derivatif terdesentralisasi (DEX) yang berjalan di blockchain Layer 1 buatan sendiri — tanpa KYC, dana tetap di dompet kamu, volume harian menembus $5 miliar
- Bisa dipakai di Indonesia: Tidak ada pembatasan IP, tanpa KYC — cukup hubungkan dompet (MetaMask, OKX Wallet, atau Trust Wallet) dan langsung trading
- Cara deposit: Hanya menerima USDC via jaringan Arbitrum — beli USDC di Indodax/Tokocrypto/Pintu, lalu kirim ke dompet dengan jaringan Arbitrum
- Biaya trading: Maker -0,01% hingga 0,02%, Taker 0,02% hingga 0,05% — tergantung volume 14 hari terakhir
- Hemat biaya: Kode referral KKINVEST beri diskon 4% permanen; staking HYPE level Bronze/Silver/Gold tambah diskon ekstra
- Withdraw: Dari akun Perps, dipotong 1 USDC biaya tetap, transfer lewat Arbitrum hampir instan
Apa itu Hyperliquid?

Hyperliquid adalah bursa perpetual kontrak terdesentralisasi (DEX) yang berjalan di blockchain Layer 1 miliknya sendiri, bernama HyperEVM. Berbeda dengan DEX berbasis AMM seperti Uniswap atau PancakeSwap, Hyperliquid menggunakan order book on-chain penuh (CLOB) — pengalaman tradingnya mirip Bybit atau Binance: ada limit order, market order, stop-loss, take-profit, dan leverage. Kecepatan eksekusi rata-rata sekitar 1 detik.
Tapi perbedaan terbesarnya ada di sini: dana kamu selalu di dompetmu sendiri. Tidak ada pihak ketiga yang pegang aset kamu, tidak ada KYC, tidak perlu upload KTP atau selfie. Hubungkan dompet, deposit, dan langsung trading.
Apakah Hyperliquid bisa dipakai di Indonesia? Bisa. Tidak ada pembatasan IP untuk pengguna Indonesia. Kamu cukup punya dompet kripto yang mendukung Arbitrum — MetaMask, OKX Wallet, atau Trust Wallet semuanya bisa dipakai.
Penting untuk dipahami: Hyperliquid adalah DEX non-kustodian yang tidak terdaftar di Bappebti maupun OJK. Berbeda dengan bursa kripto lokal seperti Indodax atau Tokocrypto yang berlisensi. Kamu bertanggung jawab penuh atas keamanan dompet dan keputusan trading-mu sendiri.
| Perbandingan | Hyperliquid | Bursa CEX (Bybit) | DEX Lain (dYdX) |
|---|---|---|---|
| Penyimpanan Dana | Dompet sendiri | Bursa yang pegang | Dompet sendiri |
| KYC | Tidak perlu | Wajib | Tidak perlu |
| Kecepatan | ~1 detik | <1 detik | 2-5 detik |
| Biaya Gas | Gratis (setelah deposit) | Tidak berlaku | Bayar per transaksi |
| Leverage maks | 50x | 125x | 20x |
| Biaya Maker | -0,01% s/d 0,02% | 0,02% | 0,02% |
| Biaya Taker | 0,02% s/d 0,05% | 0,055% | 0,05% |
| Transparansi | 100% on-chain | Tergantung bursa | Sebagian on-chain |
Baca juga: Bybit tutorial lengkap: cara daftar, deposit, dan fee trading 2026
Cara Deposit ke Hyperliquid (Panduan Lengkap untuk Pemula Indonesia)
Ini bagian yang paling sering bikin pemula bingung. Hyperliquid hanya menerima USDC via jaringan Arbitrum — tidak ada pilihan lain. Tidak bisa deposit lewat BSC, Ethereum mainnet, atau jaringan lain.
Jadi sebelum deposit, kamu perlu:
- Dompet kripto yang support Arbitrum: MetaMask, OKX Wallet, atau Trust Wallet. Untuk pemula, OKX Wallet paling mudah dipakai di HP
- USDC di jaringan Arbitrum: Ini satu-satunya aset yang bisa di-deposit
- Sedikit ETH di Arbitrum untuk biaya gas: Sekitar 0,001 ETH sudah cukup. Tanpa ini, transaksi deposit akan gagal
Jalur Deposit dari Indonesia (Dari Nol)
Kalau dana kamu masih di bursa lokal seperti Indodax atau Tokocrypto, ini jalur lengkapnya:
- Beli USDC di bursa lokal — Indodax, Tokocrypto, atau Pintu semuanya punya USDC. Bisa beli pakai transfer bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI) atau via GoPay/OVO/DANA
- Withdraw USDC ke dompet kamu, pilih jaringan Arbitrum One — bukan Ethereum mainnet, bukan BSC. Pastikan pilih “ARB” atau “Arbitrum One” saat withdraw
- Sekaligus kirim sedikit ETH ke Arbitrum untuk gas — sekitar 0,001 ETH. Bisa juga swap sebagian USDC jadi ETH di dalam dompet setelah sampai
- Buka Hyperliquid dan hubungkan dompet
- Deposit USDC dan mulai trading
Catatan penting: Kalau kamu tarik dari Binance, pilih jaringan “ARB” (Arbitrum One) saat withdrawal — jangan pilih “ETH” (Ethereum mainnet). USDC di Ethereum mainnet tidak bisa langsung di-deposit ke Hyperliquid tanpa proses bridge dulu.
Langkah Deposit di Hyperliquid

- Buka app.hyperliquid.xyz, klik Connect di pojok kanan atas
- Pilih dompet kamu (MetaMask, OKX Wallet, WalletConnect, atau Email)


- Setelah dompet terhubung, masuk ke halaman Portfolio, klik Deposit di pojok kanan atas
- Masukkan jumlah USDC yang ingin di-deposit
- Klik Deposit — dompet akan memunculkan permintaan tanda tangan. Konfirmasi
- Tunggu sekitar 1 menit, saldo akan masuk ke akun Perps kamu

Setelah Deposit: Pindah ke Akun yang Tepat
Ini yang sering terlewat oleh pemula. USDC yang masuk secara default masuk ke akun Perps (perpetual kontrak).
- Kalau mau trading perpetual kontrak (tujuan sebagian besar orang): tidak perlu dipindah, langsung ke halaman Trade
- Kalau mau trading spot: pergi ke halaman Portfolio, pindahkan dana dari Perps ke Spot — prosesnya gratis

Kode Referral KKINVEST — Diskon 4% Biaya Permanen
Kode referral KKINVEST memberikan diskon 4% untuk semua biaya trading — dan diskon ini berlaku permanen, bukan cuma untuk periode tertentu.
Ada dua hal yang perlu kamu tahu sebelum mengisi kode:
- Harus diisi sebelum volume trading kamu melebihi $10.000 — kalau sudah lewat batas ini, tidak bisa lagi memasukkan kode referral
- Diskon berlaku untuk 25 juta USD volume trading pertama — setelahnya kembali ke biaya normal. Tapi untuk trader retail, angka itu lebih dari cukup
Cara Memasukkan Kode Referral KKINVEST
- Hubungkan dompet ke Hyperliquid
- Klik ikon profil di pojok kanan atas → pilih Referrals
- Klik Enter Code
- Ketik KKINVEST dan konfirmasi

Setelah kode berhasil dimasukkan, diskon 4% langsung aktif dan tercermin di semua biaya Maker/Taker kamu. Kode yang sudah dimasukkan tidak bisa diganti.
Contoh penghematan nyata: dengan volume trading Rp 10 juta per bulan (sekitar $600), diskon 4% menghemat sekitar Rp 240.000 per tahun dari biaya trading saja — tanpa melakukan apa pun selain memasukkan kode.
Cara Trading Futures Perpetual di Hyperliquid
Tampilan trading Hyperliquid mirip dengan Bybit atau Binance Futures — kalau sudah pernah pakai bursa kripto terpusat, kamu akan cepat adaptasi. Hyperliquid mendukung lebih dari 150 pasang perpetual kontrak, termasuk BTC, ETH, SOL, dan banyak altcoin serta meme coin.

Buka Halaman Trading
Klik Trade di menu kiri atas. Secara default tampil mode Perps (perpetual kontrak). Untuk beralih ke spot trading, klik tombol Spot di pojok kanan atas halaman trade.
Cari pasangan trading lewat kotak pencarian, atau pilih dari daftar di sisi kiri. Pasangan populer seperti BTC-USD, ETH-USD, SOL-USD tersedia dengan likuiditas tinggi.
Pilih Mode Margin
- Cross (Cross Margin): Seluruh saldo akun jadi jaminan. Kalau posisi kena liquidasi, bisa habis seluruh saldo
- Isolated (Isolated Margin): Hanya modal yang kamu tentukan untuk satu posisi yang jadi jaminan. Liquidasi hanya habiskan jaminan posisi itu
Untuk pemula, selalu gunakan Isolated Margin. Cross Margin bisa menghabiskan seluruh akun dalam hitungan detik kalau beberapa posisi kena liquidasi bersamaan.
Atur Leverage
Hyperliquid mendukung leverage hingga 50x, tapi setiap pasangan punya batas yang berbeda. BTC dan ETH bisa sampai 50x, altcoin kecil mungkin hanya 5-20x. Pemula disarankan mulai dari leverage 2-3x maksimal, dan tidak menaruh lebih dari 5% saldo per posisi.
Jenis Order yang Tersedia
- Market Order: Eksekusi langsung di harga pasar saat ini, kena biaya Taker
- Limit Order: Pasang harga yang kamu inginkan, tunggu terisi — kena biaya Maker (lebih murah)
- TP/SL (Take Profit / Stop Loss): Otomatis tutup posisi saat target harga tercapai
- TWAP: Pecah order besar jadi transaksi kecil-kecil untuk kurangi slippage
- Scale Orders: Sebar beberapa limit order di rentang harga tertentu

Pantau Posisi Terbuka
Semua posisi aktif terlihat di tab Positions bagian bawah halaman trade. Kamu bisa ubah TP/SL, tambah atau kurangi margin, atau tutup posisi kapan saja.
Biaya Trading Hyperliquid Secara Detail
Struktur biaya Hyperliquid terdiri dari tiga lapis: biaya dasar → tier volume 14 hari → diskon staking HYPE. Kode referral KKINVEST (diskon 4%) bisa ditambahkan di atas semua ini.
Tabel Biaya Perpetual Kontrak (Perps)
| Level | Volume Trading 14 Hari | Biaya Taker | Biaya Maker |
|---|---|---|---|
| 0 (Pengguna Umum) | $0+ | 0,05% | 0,02% |
| 1 | >$5 juta | 0,04% | 0,01% |
| 2 | >$25 juta | 0,035% | 0,005% |
| 3 | >$100 juta | 0,03% | 0,002% |
| 4 | >$500 juta | 0,028% | 0,00% |
| 5 | >$2 miliar | 0,025% | -0,01% |
Catatan: Level tertinggi mendapat negative Maker fee — artinya kamu dibayar untuk setiap limit order yang terisi. Volume 14 hari dihitung gabungan: volume Perps + volume Spot × 2 (spot dihitung bobot ganda).
Tabel Biaya Spot Trading
| Level | Volume Trading 14 Hari | Biaya Taker | Biaya Maker |
|---|---|---|---|
| 0 | $0+ | 0,07% | 0,04% |
| 1 | >$5 juta | 0,06% | 0,03% |
| 2 | >$25 juta | 0,05% | 0,02% |
| 3 | >$100 juta | 0,04% | 0,01% |
Diskon Tambahan dari Staking HYPE
| Level Staking | Jumlah HYPE yang Di-stake | Diskon Biaya |
|---|---|---|
| Bronze | >100 HYPE | 10% |
| Silver | >1.000 HYPE | 15% |
| Gold | >10.000 HYPE | 20% |
Biaya Lainnya
| Operasi | Biaya |
|---|---|
| Deposit | Gratis (hanya bayar gas Arbitrum ~$0,1-0,5) |
| Withdrawal | Dipotong 1 USDC (tetap) |
| Transfer Perps ↔ Spot | Gratis |
| Order, cancel, liquidasi on-chain | Gratis (zero gas) |
Contoh Perhitungan Biaya
Misalnya kamu trader biasa (Level 0), pakai kode KKINVEST (diskon 4%), dan stake 100 HYPE (Bronze, diskon 10%):
Biaya Taker = 0,05% × (1 – 4%) × (1 – 10%) = sekitar 0,0432%
Buka posisi senilai Rp 10.000.000 → biaya trading ≈ Rp 4.320. Tanpa diskon apa pun: Rp 5.000. Hemat Rp 680 per transaksi, dan penghematan ini terus menumpuk seiring volume trading-mu.
Cara Withdraw (Tarik Dana) dari Hyperliquid
Withdrawal di Hyperliquid hanya bisa dilakukan dari akun Perps. Kalau danamu ada di akun Spot, pindahkan dulu ke Perps lewat halaman Portfolio.
- Pastikan saldo ada di akun Perps (kalau di Spot, transfer dulu)
- Di halaman Portfolio, klik tombol Withdraw
- Masukkan jumlah USDC yang ingin ditarik
- Konfirmasi — sistem akan otomatis memotong 1 USDC sebagai biaya
- Sisa saldo akan dikirim ke dompet kamu via jaringan Arbitrum
Kecepatan withdrawal hampir instan — Arbitrum termasuk L2 tercepat dan paling stabil saat ini. Kamu tidak perlu menyiapkan ETH untuk gas saat withdrawal, karena biayanya sudah tercakup dalam potongan 1 USDC.
Catatan: Setelah USDC masuk ke dompet Arbitrum-mu, kalau mau transfer ke bursa lokal seperti Indodax, kamu perlu sedikit ETH di Arbitrum untuk membayar biaya gas transaksi berikutnya.
Token HYPE dan Cara Staking
HYPE adalah token native Hyperliquid. Yang membedakan dari token exchange lain: saat peluncuran, 31% dari total supply langsung di-airdrop ke komunitas, tidak ada alokasi untuk VC atau investor institusional. Ini cukup langka di dunia kripto.
Kegunaan Token HYPE
- Diskon biaya trading: Stake HYPE untuk dapat diskon tambahan (Bronze 10%, Silver 15%, Gold 20%)
- Buyback dan burn: 97% pendapatan platform dipakai untuk beli kembali HYPE dan membakarnya permanen — semakin tinggi volume trading, semakin berkurang supply yang beredar
- Yield staking: APY staking sekitar 2-2,5%, perlu klaim manual, unlock butuh sekitar 24 jam
- Gas token HyperEVM: Dipakai untuk biaya gas di ekosistem HyperEVM (blockchain Hyperliquid sendiri)
Cara Stake HYPE
- Buka Hyperliquid → halaman Portfolio → tab Staking
- Pilih validator node (pilih yang direkomendasikan jika tidak yakin)
- Masukkan jumlah HYPE yang ingin di-stake, lalu konfirmasi
Pertimbangan praktis untuk trader Indonesia: Kalau volume trading kamu di bawah Rp 50 juta per bulan, diskon dari kode KKINVEST (4%) saja sudah cukup efisien. Staking HYPE worth it kalau kamu memang long-term bullish pada HYPE — jangan beli HYPE cuma untuk hemat biaya trading, karena fluktuasi harganya bisa jauh melampaui penghematan biaya yang kamu dapat.
Baca juga: Indodax review 2026: biaya, keamanan, dan cara daftar lengkap
Fitur Lanjutan: Saham AS, Tradfi, dan Pre-IPO
Salah satu fitur paling unik Hyperliquid yang membedakannya dari DEX lain adalah tersedianya aset Tradfi (traditional finance) — kamu bisa trading saham AS, indeks, komoditas, bahkan saham Pre-IPO perusahaan yang belum melantai di bursa.

Aset Tradfi yang Tersedia
- Saham AS: NVDA, TSLA, AAPL, AMD, INTC, dan puluhan saham besar lainnya dalam bentuk perpetual contract
- Indeks: S&P 500, Nasdaq, Dow Jones
- Komoditas: WTI Oil, Brent Oil, Gold, Silver
Penting dipahami: ini bukan saham asli — ini adalah perpetual contract yang mengikuti harga saham AS. Kamu tidak mendapatkan dividen atau hak pemegang saham. Tapi bagi trader Indonesia yang ingin akses ke pergerakan harga saham AS dengan leverage, ini opsi yang menarik.
Hyperliquid tidak menyediakan saham Taiwan — semua Tradfi adalah pasar AS saja.

Pre-IPO: Trading Perusahaan Sebelum IPO
Hyperliquid juga menyediakan kontrak perpetual untuk perusahaan teknologi terbesar yang belum IPO, seperti Anthropic, OpenAI, dan SpaceX. Ini hampir tidak bisa ditemukan di platform trading lain yang accessible untuk retail.
Risikonya lebih tinggi karena likuiditas lebih rendah dan harga lebih volatil dibanding saham yang sudah listing. Pastikan pahami risikonya sebelum masuk.
Fitur Lainnya yang Berguna
- Leaderboard (Pantau Whale): Semua trading on-chain, jadi siapa saja bisa lihat posisi, harga masuk, dan profit/loss trader terbaik di Hyperliquid. Fitur ini tidak ada di CEX mana pun
- HLP Vault (Market Making): Deposit USDC untuk ikut serta dalam program market making, histori APY sekitar 3-8% — tapi tidak stabil, ada bulan dengan return negatif
- Aplikasi Mobile iOS & Android: Hyperliquid tersedia di App Store dan Google Play, trading bisa dilakukan langsung dari smartphone
Baca juga: Tokocrypto review 2026: bursa kripto berlisensi OJK, biaya, dan fitur lengkap
Risiko dan Hal yang Perlu Kamu Ketahui
Insiden JellyJelly (Maret 2025)
Maret 2025, Hyperliquid mengalami insiden yang ramai dibicarakan komunitas kripto global. Seseorang membuka posisi short besar-besaran pada token kecil JELLY, lalu mencoba menaikkan harganya agar HLP Vault (kas market making Hyperliquid) terkena liquidasi masif.
Respons Hyperliquid: validator memilih untuk langsung men-delist kontrak JELLY dan memaksa settlement semua posisi. Langkah ini menyelamatkan HLP dari kerugian besar, tapi sekaligus memunculkan pertanyaan serius: kalau DEX bisa melakukan intervensi sepihak seperti ini, apakah benar-benar terdesentralisasi?
Ini bukan tuduhan — ini fakta yang perlu kamu pertimbangkan saat menilai risiko. Hyperliquid memang memperbaiki mekanisme liquidasi HLP setelah insiden ini, tapi tim masih punya kemampuan intervensi darurat.
Daftar Risiko Utama
- Liquidasi leverage tinggi: Dengan 50x leverage, pergerakan harga 2% berlawanan arah bisa menghabiskan seluruh margin. Mulai dari leverage rendah (2-3x) dan gunakan Isolated Margin
- Risiko bridge Arbitrum: Proses deposit dan withdrawal melalui bridge Arbitrum, yang secara teknis adalah titik risiko tersendiri — meski Arbitrum adalah L2 paling matang saat ini
- Risiko likuiditas: Pasangan utama (BTC, ETH, SOL) punya likuiditas bagus. Altcoin kecil dan Pre-IPO bisa punya spread lebih lebar dan slippage lebih tinggi untuk order besar
- Tidak ada jaring pengaman regulasi: Hyperliquid tidak terdaftar di Bappebti maupun OJK. Jika terjadi masalah, tidak ada perlindungan hukum di Indonesia
- Risiko smart contract: Seluruh sistem berjalan on-chain — meski telah diaudit, tidak ada yang 100% bebas bug
Baca juga: Pintu review 2026: bursa kripto ramah pemula di Indonesia
Peringatan Risiko
Hyperliquid adalah DEX (bursa terdesentralisasi) non-kustodian. Per 2026, Hyperliquid tidak terdaftar di Bappebti maupun OJK sebagai platform perdagangan kripto berlisensi. Berbeda dengan Indodax, Tokocrypto, atau Pintu yang beroperasi di bawah pengawasan OJK, pengguna Hyperliquid bertanggung jawab penuh atas keamanan dompet dan keputusan trading mereka sendiri.
Trading perpetual kontrak dengan leverage melibatkan risiko kehilangan lebih dari modal awal. Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi atau keuangan. Lakukan riset sendiri dan pertimbangkan kemampuan finansial serta toleransi risiko kamu sebelum trading.
Artikel ini mengandung tautan afiliasi (kode referral KKINVEST). Penggunaan tautan ini tidak mempengaruhi biaya yang kamu bayar — kamu tetap mendapat diskon 4% yang sama, dan kami menerima komisi dari Hyperliquid.
FAQ — Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Hyperliquid bisa dipakai di Indonesia tanpa KYC?
Ya. Hyperliquid tidak memerlukan KYC sama sekali — tidak perlu upload KTP, paspor, atau selfie. Cukup hubungkan dompet kripto (MetaMask, OKX Wallet, Trust Wallet) dan langsung bisa trading. Tidak ada pembatasan IP untuk pengguna Indonesia. Karena tanpa KYC, jika kamu kehilangan akses ke dompet (lupa private key atau seed phrase), tidak ada customer service yang bisa membantu memulihkan aset.
Berapa deposit minimum di Hyperliquid?
Secara teknis tidak ada batas minimum deposit. Namun mengingat ada biaya gas Arbitrum saat deposit (sekitar $0,1-0,5) dan biaya withdrawal sebesar 1 USDC, deposit terlalu kecil seperti $5-10 tidak efisien. Secara praktis, deposit minimal $50-100 agar worth it untuk biaya transaksi masuk dan keluar.
Bagaimana cara memasukkan kode referral KKINVEST?
Setelah menghubungkan dompet, klik ikon profil di pojok kanan atas → pilih Referrals → klik Enter Code → ketik KKINVEST dan konfirmasi. Kode ini memberikan diskon 4% biaya trading secara permanen. Penting: masukkan kode sebelum volume trading kamu melewati $10.000 — setelah itu tidak bisa dimasukkan lagi.
Apakah Hyperliquid punya aplikasi mobile untuk Android dan iOS?
Ya. Hyperliquid tersedia sebagai aplikasi mobile di App Store (iOS) dan Google Play (Android). Kamu bisa trading perpetual kontrak, spot, cek portofolio, dan kelola posisi langsung dari smartphone. Antarmukanya dioptimalkan untuk layar mobile.
Bagaimana cara deposit USDT ke Hyperliquid dari Indodax?
Hyperliquid hanya menerima USDC via jaringan Arbitrum — bukan USDT. Jika kamu punya USDT di Indodax, perlu ditukar ke USDC terlebih dahulu, lalu withdraw ke dompet dengan jaringan Arbitrum One. Alternatifnya, beli langsung USDC di Indodax atau Tokocrypto jika tersedia, lalu withdraw ke Arbitrum.
Berapa lama proses withdrawal Hyperliquid?
Hampir instan. Withdrawal berjalan via jaringan Arbitrum yang sangat cepat — biasanya dalam hitungan detik sampai beberapa menit saldo sudah masuk ke dompet. Biaya withdrawal tetap 1 USDC, dipotong langsung dari jumlah yang kamu tarik. Kamu tidak perlu menyiapkan ETH untuk gas saat withdrawal.
Apakah Hyperliquid aman? Bagaimana status regulasinya di Indonesia?
Dari sisi teknis, Hyperliquid telah beroperasi sejak 2023 dengan volume miliaran dolar tanpa insiden keamanan kontrak besar. Namun dari sisi regulasi, Hyperliquid tidak terdaftar di Bappebti maupun OJK. Berbeda dengan bursa lokal berlisensi seperti Indodax atau Tokocrypto, pengguna Hyperliquid tidak mendapat perlindungan regulasi Indonesia. Insiden JellyJelly (Maret 2025) juga menunjukkan bahwa tim Hyperliquid bisa melakukan intervensi saat situasi ekstrem — ini mengurangi tingkat desentralisasi yang diklaim. Pertimbangkan faktor-faktor ini sebelum menaruh dana besar.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan saran investasi atau keuangan. Trading kripto dan kontrak berjangka mengandung risiko tinggi — nilainya bisa turun drastis dan kamu bisa kehilangan lebih dari modal awal. Per 2026, transaksi aset kripto di Indonesia dikenakan pajak final 0,1%. Pengawasan aset kripto telah berpindah dari Bappebti ke OJK sejak Januari 2025. Hyperliquid adalah DEX yang tidak terdaftar sebagai bursa kripto berlisensi di Indonesia — tanggung jawab atas penggunaan sepenuhnya ada pada pengguna. Artikel ini mengandung tautan afiliasi dengan kode referral KKINVEST.