Ether.fi Cash: Ulasan Lengkap Kartu Visa Kripto Non-Custodial (2026)
Pengungkapan: Artikel ini mengandung tautan afiliasi. Kami mungkin mendapatkan komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda jika mendaftar melalui tautan kami. Hal ini tidak mempengaruhi rekomendasi editorial kami. Terakhir diperbarui: April 2026.
- Ether.fi Cash Card adalah kartu Visa DeFi non-custodial — dana Anda tersimpan di smart contract Gnosis Safe yang Anda kendalikan sendiri, bukan di platform
- Dua mode pembayaran: Direct Pay (bayar langsung dengan USDC) dan Borrow Mode (pinjam dengan ETH sebagai jaminan via AAVE)
- Tier Core gratis menghasilkan cashback 2% dalam wETH; tier Luxe menghasilkan 3% — termasuk tertinggi di pasar kartu kripto
- Tersedia di Indonesia untuk penggunaan personal; pengiriman kartu fisik didukung
- Biaya tahunan: Rp 0; mendukung Apple Pay dan Google Pay; diterima di semua merchant Visa
Promo April — Dine Different (1-30/4): Belanja di restoran, supermarket, minimarket, fast food, dan bakery dapat cashback hingga 10% (3% instan + 1% referral + 6% bonus sebelum 31/5). Pool hadiah $50.000 USDC.
Apa itu Ether.fi Cash Card?
Ether.fi Cash Card adalah kartu Visa berbasis DeFi yang memungkinkan Anda berbelanja di semua merchant Visa tanpa perlu menjual ETH. Masalah yang sering dialami pengguna Indonesia: harus jual crypto ke IDR dulu sebelum bisa belanja. Ether.fi menyelesaikan masalah ini secara langsung.
Perbedaan mendasar dari kartu kripto lain: Binance Card, Bybit Card, RedotPay — semua mengharuskan Anda menyetor dana ke platform mereka. Jika platform dibekukan atau diretas, dana Anda berisiko. Dengan Ether.fi Cash, platform tidak pernah memegang aset Anda. Dana tersimpan di smart contract Gnosis Safe milik Anda sendiri.

Untuk siapa kartu ini cocok?
Ideal untuk pengguna Indonesia yang memegang ETH jangka panjang dan tidak ingin menjualnya untuk pengeluaran sehari-hari. Jika Anda beli ETH di Indodax atau Tokocrypto dan ingin belanja di Tokopedia, Shopee, Grab, atau Alfamart tanpa menjual ETH, kartu ini menjawab kebutuhan itu.
Desain non-custodial adalah pembeda utama. Setiap kartu kripto lain yang saya tinjau mengharuskan Anda menyerahkan aset ke platform. Ether.fi tidak. Itu saja sudah cukup alasan untuk diperiksa lebih lanjut.
Direct Pay vs Borrow Mode: bagaimana dua mode ini bekerja?
Ether.fi Cash punya dua mode pengeluaran yang bekerja sangat berbeda. Pahami ini dulu sebelum memilih mode yang sesuai.
Direct Pay (pembayaran langsung)
Anda menyetor USDC ke dompet Ether.fi Cash, dan kartu menarik dari saldo tersebut saat berbelanja. Mirip kartu prepaid yang diisi stablecoin. Transaksi USD: biaya 0%. Transaksi mata uang lain (termasuk IDR): biaya konversi 1%.
Tidak ada risiko likuidasi di mode ini. Anda membelanjakan apa yang Anda setor. Mode ini cocok untuk pemula di DeFi yang ingin pengalaman lebih sederhana.
Borrow Mode (pinjaman dengan ETH sebagai jaminan)
Ini adalah inovasi inti kartu. Anda menyetor ETH, weETH, atau wstETH sebagai jaminan. Saat berbelanja, sistem secara otomatis meminjam USDC dari protokol AAVE atas dasar jaminan Anda untuk menyelesaikan transaksi. ETH tidak dijual — terus menghasilkan yield dari staking.
Suku bunga pinjaman: 0% selama promo, lalu mengikuti suku bunga pasar AAVE. Risiko utama: jika harga ETH turun drastis, jaminan bisa dilikuidasi secara otomatis.

Biaya, reward, dan tier: tabel perbandingan lengkap
Ether.fi Cash beroperasi dengan sistem tier bertingkat. Tier Core yang gratis sudah kompetitif untuk cashback:
| Parameter | Core (gratis) | Luxe (10.000 poin) |
|---|---|---|
| Biaya tahunan | Rp 0 | poin (bukan fiat) |
| Cashback | 2% dalam wETH | 3% dalam wETH |
| Biaya konversi (non-USD) | 1% | 1% |
| Biaya ATM | 2%, limit $250/hari | 2%, limit $250/hari |
| Kartu fisik | $40 | $40 |
| Durasi KYC | 1–3 hari kerja | 1–3 hari kerja |
| Apple Pay / Google Pay | Ya | Ya |
Ada juga tier Pinnacle (50.000 poin) dan VIP (undangan saja). Pelanggan VIP bebas biaya konversi 1% — penghematan signifikan jika sering bertransaksi dalam IDR. Perlu dicatat: semua transaksi IDR dikenakan biaya konversi 1% kecuali VIP.
Cara daftar dan KYC untuk pengguna Indonesia
Proses pendaftaran membutuhkan waktu 15–20 menit. Verifikasi KYC diselesaikan dalam 1–3 hari kerja.
Langkah 1: Unduh aplikasi Ether.fi Cash
Aplikasi tersedia di App Store dan Google Play. Buat akun dengan email atau dompet Web3.
Langkah 2: Selesaikan verifikasi KYC
Untuk pengguna Indonesia: KTP (Kartu Tanda Penduduk) adalah dokumen utama. Paspor juga diterima. Proses: foto KTP + selfie dengan KTP — standar yang sama dengan verifikasi di bursa Indonesia seperti Indodax dan Tokocrypto.

Langkah 3: Isi dompet dengan ETH atau USDC
Setelah KYC disetujui, transfer ETH atau USDC ke dompet Gnosis Safe Ether.fi Anda. Alur untuk pengguna Indonesia: beli ETH/USDC di Indodax atau Tokocrypto (IDR → ETH/USDC via transfer bank BCA/BRI/Mandiri atau QRIS) → transfer ke dompet Ether.fi Cash. Perlu dicatat: transaksi IDR di Ether.fi dikenakan biaya FX 1%.
Langkah 4: Pesan kartu fisik (opsional)
Kartu fisik seharga $40 dikirim dalam 2–3 minggu. Indonesia didukung untuk pengiriman kartu fisik (personal use). Kartu virtual tersedia langsung setelah KYC untuk belanja online.
Pajak kripto Indonesia 2026: apa yang perlu diketahui pengguna Ether.fi?
Regulasi pajak kripto Indonesia berubah signifikan mulai 2026. Ini langsung mempengaruhi cara Anda menggunakan Ether.fi Cash Card.
PPh Final 0,21% berdasarkan PMK 50/2025
Per 2026, transaksi aset kripto di bursa dalam negeri dikenakan PPh Pasal 22 Final sebesar 0,21% (naik dari 0,1% sebelumnya). Untuk bursa luar negeri, tarif lebih tinggi: 1%. PPN atas kripto sudah dihapuskan berdasarkan PMK 50/2025 — ini kabar baik bagi pengguna.
Borrow Mode dan implikasi pajak
Pertanyaan yang sering muncul: apakah menggunakan Borrow Mode dianggap “menjual ETH”? Secara teknis, Borrow Mode adalah pinjaman dengan ETH sebagai jaminan — bukan penjualan. ETH tidak berpindah tangan secara permanen. Namun, DJP belum mengeluarkan panduan eksplisit untuk DeFi loan. Konsultasikan dengan ahli pajak sebelum menggunakan Borrow Mode secara intensif.
Perpindahan regulasi dari Bappebti ke OJK
Per 10 Januari 2025, pengawasan kripto resmi berpindah dari Bappebti ke OJK. Aset kripto naik kelas menjadi “aset keuangan digital” — bukan lagi komoditas. Ini meningkatkan kepercayaan investor institusional dan membuka jalan bagi produk DeFi lebih kompleks di masa depan.
Ether.fi Cash vs kompetitor: perbandingan untuk pasar Indonesia
| Kartu | Cashback | Self-custody | Pengiriman ke ID | Biaya Tahunan |
|---|---|---|---|---|
| Ether.fi Cash (Core) | 2% wETH | Ya (Gnosis Safe) | Ya (personal) | Rp 0 |
| Ether.fi Cash (Luxe) | 3% wETH | Ya | Ya | poin |
| Binance Card | Hingga 8% BNB | Tidak | Ya | Rp 0 |
| Bybit Card | Hingga 10% | Tidak | Ya | Rp 0 |
| RedotPay | Terbatas | Tidak | Ya | Rp 0 |
Ether.fi Cash unggul dalam satu aspek: self-custody sejati. Untuk pengguna Indonesia yang mengutamakan kontrol penuh atas aset dan tidak ingin mempercayakan dana ke platform terpusat, ini adalah pilihan terbaik di kelasnya. Jika Anda mengutamakan cashback maksimal dengan setup sederhana, Bybit Card atau Binance Card mungkin lebih praktis.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Ether.fi Cash Card tersedia di Indonesia?
Ya, untuk penggunaan personal. Indonesia termasuk dalam daftar negara yang didukung untuk pengiriman kartu fisik. Perlu diperhatikan: Indonesia tidak didukung untuk penggunaan korporat (corporate use). Untuk individu, kartu virtual dan fisik keduanya tersedia.
Berapa biaya konversi IDR saat bertransaksi?
Ether.fi mengenakan biaya FX 1% untuk semua transaksi non-USD, termasuk IDR. Dalam transaksi Rp 1.000.000, Anda membayar tambahan Rp 10.000 sebagai biaya konversi. Pelanggan VIP dikecualikan dari biaya ini.
Bagaimana cara top-up dari Indonesia?
Beli ETH atau USDC di Indodax atau Tokocrypto menggunakan transfer bank (BCA, BRI, Mandiri, BNI) atau QRIS. Setelah menerima crypto, transfer ke alamat dompet Gnosis Safe Ether.fi Cash Anda. Pastikan Anda mengirim di jaringan Ethereum yang benar untuk menghindari kehilangan dana.
Apakah menggunakan Borrow Mode berarti saya menjual ETH untuk tujuan pajak?
Secara teknis tidak — ETH digunakan sebagai jaminan, bukan dijual. Namun DJP belum memiliki panduan eksplisit untuk DeFi loan. Konsultasikan dengan konsultan pajak untuk situasi spesifik Anda, terutama jika volume transaksi besar.
Apa yang terjadi jika harga ETH anjlok saat Borrow Mode aktif?
Jika health factor di bawah 1, AAVE dapat melikuidasi sebagian jaminan secara otomatis. Ether.fi akan mengirimkan notifikasi peringatan sebelumnya. Untuk perlindungan, pertahankan LTV tidak lebih dari 50% dan pantau posisi Anda secara berkala.

Kesimpulan: apakah Ether.fi Cash Card worth it untuk pengguna Indonesia?
Ether.fi Cash Card adalah salah satu kartu DeFi paling matang di pasaran: self-custody sejati, cashback 2–3% dalam wETH, dan biaya tahunan Rp 0. Untuk pengguna Indonesia yang memegang ETH jangka panjang, Borrow Mode menawarkan cara untuk membelanjakan ETH tanpa menjualnya — sambil tetap mendapat yield staking.
Yang perlu diperhatikan: biaya FX 1% untuk transaksi IDR, risiko likuidasi di Borrow Mode, dan ketidakpastian panduan pajak untuk DeFi loan. Beli ETH dari Indodax atau Tokocrypto (bursa berlisensi OJK) untuk memastikan kepatuhan perpajakan. Satu poin penting: kartu tersedia hanya untuk penggunaan personal di Indonesia, bukan korporat.
Penafian: Per 2026, transaksi aset kripto di Indonesia dikenakan PPh Final 0,21% untuk bursa dalam negeri dan 1% untuk bursa luar negeri, berdasarkan PMK 50/2025. PPN atas kripto telah dihapuskan. Pengawasan berada di bawah OJK sejak Januari 2025. Penggunaan kripto sebagai alat pembayaran dilarang. Artikel ini tidak merupakan saran investasi atau pajak — konsultasikan dengan ahli untuk situasi spesifik Anda. Artikel ini mengandung tautan afiliasi. Terakhir diperbarui: April 2026.








