Backpack Exchange: Panduan Lengkap [2026] — Daftar, Deposit, Biaya, dan Keamanan

  • Backpack Exchange adalah bursa kripto yang berdiri sejak 2022, didirikan oleh Armani Ferrante, pencipta framework Solana Anchor
  • Biaya spot: Maker 0,08% / Taker 0,10%; kontrak perpetual: Maker 0,02% / Taker 0,05%; pasangan USDT/USDC 0% biaya
  • Memegang lisensi Dubai VARA dan EU MiFID II — dua regulasi paling ketat di industri kripto global
  • Deposit dan penarikan USD via SWIFT: 0 biaya di sisi platform, pengiriman uji coba sampai dalam ~2 jam
  • Cocok untuk: trader Indonesia yang aktif di ekosistem Solana, pengguna yang butuh transfer USD internasional, trader kontrak perpetual
  • Minimum deposit wire transfer: $100 USD; harus dari rekening bank atas nama sendiri

Apa Itu Backpack Exchange?

Backpack Exchange adalah bursa kripto yang berbasis di Singapura, berdiri pada 2022. Platform ini menawarkan perdagangan spot, kontrak perpetual (futures), layanan lending & borrowing, dan dompet multi-chain yang terintegrasi langsung.

Backpack Exchange halaman utama pasar

Yang membedakan Backpack dari kebanyakan bursa baru bukan hanya fitur atau promosi — tapi latar belakangnya. Sebelum membangun bursa, tim Backpack sudah lebih dulu membangun infrastruktur Solana yang dipakai hampir semua developer di ekosistem tersebut. Ini bukan proyek yang lahir dari tren bull market semata.

Beberapa angka yang relevan:

  • Kumulatif volume perdagangan: ~$400 miliar
  • Volume harian: sering melampaui $1 miliar
  • Pengguna terverifikasi KYC: 500.000+
  • Negara yang didukung: 150+
  • Jumlah aset kripto: 50+ koin

Sejak berdiri pada 2022 hingga sekarang, Backpack Exchange tidak pernah mengalami insiden keamanan yang diketahui publik.

Untuk pengguna Indonesia, Backpack relevan karena dua alasan utama: biaya trading yang kompetitif dibanding platform lokal, dan kemampuan deposit/penarikan USD via wire transfer tanpa biaya platform — sesuatu yang jarang ditawarkan bursa internasional secara langsung.


Apakah Backpack Exchange Aman?

Pertanyaan pertama yang wajar ditanyakan sebelum menaruh dana di bursa mana pun. Jawabannya tidak bisa direduksi menjadi sekadar “aman” atau “tidak aman” — yang penting adalah bukti konkret apa yang ada.

Lisensi Dubai VARA

Pada Oktober 2023, Backpack mendapatkan lisensi VASP (Virtual Asset Service Provider) dari Dubai Virtual Assets Regulatory Authority (VARA). VARA adalah salah satu badan regulasi kripto paling komprehensif secara global. Mendapatkan lisensi ini bukan proses instan — ada persyaratan modal minimum, audit keamanan teknis, kepatuhan AML (Anti-Money Laundering), dan penilaian manajemen risiko yang harus dipenuhi.

Untuk konteks: banyak bursa besar yang beroperasi di berbagai negara justru tidak memiliki lisensi dari VARA. Backpack sudah mendapatkannya sejak akhir 2023.

Lisensi EU MiFID II (via Akuisisi FTX Europe)

Januari 2025, Backpack mengakuisisi entitas operasional FTX Europe seharga $32,7 juta. Langkah ini memberi Backpack akses ke lisensi MiFID II di bawah regulasi CySEC Siprus.

Sedikit konteks: FTX Europe masuk proses likuidasi setelah induk perusahaannya kolaps pada 2022, tapi lisensi MiFID II-nya tetap valid dan aktif. Backpack membelinya sebagai cara cepat untuk mendapatkan izin beroperasi secara legal di Uni Eropa — karena pengajuan mandiri bisa memakan waktu bertahun-tahun.

MiFID II bukan sekadar “boleh jualan di Eropa.” Regulasi ini mengharuskan bursa memisahkan dana nasabah dari dana operasional, melaporkan transaksi secara transparan, dan memiliki mekanisme pencegahan manipulasi pasar. Bagi pengguna Indonesia yang menyimpan dana di Backpack, standar ini memberi lapisan perlindungan tambahan.

Proof of Reserves Harian dengan ZK (Zero-Knowledge)

Sejak Agustus 2025, Backpack menerbitkan proof of reserves setiap hari menggunakan teknologi Plonky2 zero-knowledge proof.

Artinya dalam bahasa sederhana: siapa pun bisa memverifikasi bahwa aset yang dipegang Backpack benar-benar mencukupi untuk menutup semua saldo nasabah — tanpa harus mengekspos data individual tiap pengguna. Verifikasi independen dilakukan oleh OtterSec, firma audit keamanan terkemuka di ekosistem Solana.

OtterSec juga menyediakan alat verifikasi open-source di GitHub (github.com/otter-sec/por_v2) — artinya siapa saja secara teknis bisa menjalankan verifikasi sendiri tanpa perlu mempercayai klaim Backpack begitu saja. Selain itu, Backpack melakukan rekonsiliasi internal setiap 10 menit, menyimpan sebagian besar dana nasabah di cold wallet, dan mendukung koneksi hardware wallet langsung untuk trading.


Siapa Pendiri Backpack?

CEO Backpack adalah Armani Ferrante. Nama ini mungkin tidak terlalu familiar di kalangan trader biasa, tapi di dunia developer Solana, dia dikenal sebagai pencipta Solana Anchor — framework standar yang digunakan untuk membangun smart contract di Solana. Hampir semua protokol DeFi besar di Solana dibangun menggunakan Anchor.

Jadi ketika Backpack mengklaim punya kedalaman teknis di ekosistem Solana, itu bukan marketing kosong.

Satu momen penting yang perlu diketahui: ketika FTX kolaps pada November 2022, Backpack kehilangan $14,5 juta — setara 88% dari modal operasional yang ada waktu itu. Kebanyakan startup di posisi itu memilih bubar.

Armani memilih melanjutkan. April 2023, tim meluncurkan Mad Lads NFT — yang kemudian menjadi salah satu koleksi NFT paling valuable di Solana — dan menggunakan pendapatan itu untuk bertahan. November 2023, Backpack Exchange resmi diluncurkan dalam versi Beta.

Latar belakang ini relevan bukan untuk tujuan sentimental, tapi karena menunjukkan tim yang punya komitmen jangka panjang, bukan sekadar datang saat harga naik lalu pergi saat pasar turun.


Perbandingan Biaya: Backpack vs Indodax vs Tokocrypto vs Binance

Ini bagian yang paling banyak dicari tapi paling jarang disajikan dengan lengkap. Berikut perbandingan langsung.

Biaya Spot Trading

BursaMakerTaker
Backpack0,08%0,10%
Binance0,10%0,10%
Tokocrypto0,10%0,10%
Indodax~0,29%~0,32%
Rata-rata industri0,15%0,19%

Indodax memasang biaya yang jauh lebih tinggi karena model bisnisnya berbeda — mereka fokus ke pasar IDR dengan layanan lokal penuh. Backpack dan Tokocrypto punya biaya yang lebih kompetitif, dengan Backpack unggul di sisi Maker.

Tambahan: pasangan USDT/USDC di Backpack dikenakan biaya 0%. Ini berguna untuk pengguna yang sering swap antar stablecoin.

Biaya Kontrak Perpetual

BursaMakerTaker
Backpack0,02%0,05%
Binance0,02%0,05%
Bybit0,02%0,055%

Backpack sejajar dengan Binance untuk kontrak perpetual, dan sedikit lebih murah dari Bybit di sisi Taker.

Backpack Exchange antarmuka futures perpetual BTC

Biaya Deposit dan Penarikan Fiat

MetodeBackpackBinanceBybit
USD SWIFT Wire Transfer masuk0%Tidak langsungTidak langsung
USD SWIFT Wire Transfer keluar0%Tidak langsungTidak langsung
Kartu debit/kredit masukDidukung1,8–2%2%

Ini keunggulan Backpack yang paling nyata untuk pengguna Indonesia yang punya akses rekening USD. Binance dan Bybit tidak menyediakan jalur wire transfer USD secara langsung untuk kebanyakan pengguna retail di Asia Tenggara — Backpack menyediakannya, dan platform tidak memungut biaya apa pun dari sisi mereka.

Catatan: bank pengirim (BCA, BRI, Mandiri, atau bank lain yang mendukung SWIFT) mungkin mengenakan biaya wire internasional tersendiri, biasanya sekitar $15–35. Biaya itu dari bank, bukan dari Backpack.

Biaya Penarikan Kripto

AsetBiaya Penarikan
BTC0,0002 BTC
SOL0,0025 SOL
USDT (jaringan Solana)0,6 USDT
USDT (jaringan Ethereum)5 USDT

Biaya diperbarui setiap 12 jam sesuai kondisi jaringan. Untuk pengguna yang sering menarik USDT, jaringan Solana jauh lebih hemat dibanding Ethereum — ini keuntungan natural bursa yang fokus ke ekosistem Solana.

Pemegang NFT Mad Lads otomatis mendapat tarif VIP Tier 1 tanpa perlu mencapai volume trading tertentu.


Cara Daftar dan KYC di Backpack Exchange

Proses pendaftaran sepenuhnya online. Pengguna Indonesia bisa menggunakan paspor atau KTP untuk verifikasi identitas.

Backpack Exchange formulir pendaftaran

Langkah 1: Buka Akun

Kunjungi backpack.exchange dan klik “Sign Up”. Alternatif, unduh aplikasi mobile dari App Store atau Google Play.

Langkah 2: Isi Data Dasar

  • Masukkan alamat email
  • Buat password kuat (gunakan password manager jika ada)
  • Konfirmasi via kode verifikasi email

Langkah 3: Aktifkan 2FA Sebelum Lanjut

Masuk ke pengaturan akun, aktifkan autentikator (Google Authenticator, Authy, atau aplikasi TOTP lainnya). Langkah ini sebaiknya dilakukan sebelum lanjut ke KYC — bukan sesudahnya.

Langkah 4: Submit Dokumen KYC

Buka menu “Verification”, pilih Indonesia, lalu upload salah satu:

  • Paspor (disarankan)
  • KTP (foto depan dan belakang)

Sistem akan memproses secara otomatis. Biasanya selesai dalam beberapa menit; kadang perlu 1–2 hari kerja untuk verifikasi manual.

Langkah 5: Verifikasi Wajah (Selfie)

Ikuti instruksi di layar untuk perbandingan wajah. Ini langkah terakhir KYC. Setelah selesai, akun sudah bisa digunakan untuk deposit dan trading.


Cara Deposit USD via Wire Transfer ke Backpack

Ini bagian yang paling jarang dibahas — padahal cukup penting untuk pengguna Indonesia yang ingin masuk dengan modal dalam jumlah lebih besar tanpa biaya kartu kredit yang tinggi.

Backpack App metode deposit

Syarat utama yang harus dipahami dulu:

  • Hanya mendukung USD via SWIFT
  • Transfer harus dari rekening bank atas nama sendiri — tidak bisa dari rekening orang lain
  • Minimum transfer: $100 USD
  • Backpack tidak mengenakan biaya platform; biaya wire dari bank pengirim ditanggung pengguna

Persiapan: Rekening Bank dengan Akses SWIFT

Pengguna Indonesia membutuhkan rekening yang bisa mengirim wire transfer internasional dalam USD. Beberapa bank yang mendukung ini:

  • Bank BCA — tersedia via KlikBCA atau cabang, biaya standar SWIFT berlaku
  • Bank Mandiri — bisa lewat Livin’ by Mandiri atau teller
  • CIMB Niaga — mendukung transfer valas via online banking
  • Bank BNI — tersedia via BNI Direct atau cabang

Untuk meminimalkan biaya, bandingkan tarif SWIFT masing-masing bank sebelum mengirim. Biaya bank lokal biasanya Rp150.000–500.000 per transaksi, tergantung bank dan jumlah yang dikirim.

Langkah Deposit Wire Transfer

Langkah 1: Dapatkan Informasi Rekening Backpack

Login ke Backpack → klik ikon akun kanan atas → pilih “Deposit” → pindah ke tab “Wire Transfer”.

Halaman ini akan menampilkan detail rekening khusus yang dibuat untuk akun kamu, termasuk:

  • Beneficiary Name
  • Account Number
  • Routing Number (ACH)
  • SWIFT/BIC Code
  • Bank Name dan Address
  • Reference Number (sangat penting — harus disertakan di setiap transfer)

Catatan penting: Reference Number adalah kode identifikasi untuk akun kamu. Jika tidak diisi di kolom keterangan transfer, dana kemungkinan tidak langsung masuk dan perlu proses manual.

Langkah 2: Lakukan Transfer dari Bank Indonesia

Buka internet banking atau kunjungi cabang bank kamu. Pilih “Transfer Internasional” atau “SWIFT Transfer”, lalu isi semua informasi dari langkah sebelumnya.

Pastikan hal berikut saat mengisi formulir:

  • Nama penerima harus sama persis dengan nama di KYC Backpack
  • Reference Number diisi di kolom “Berita Transfer” atau “Keterangan”
  • Pastikan mata uang yang dikirim adalah USD

Langkah 3: Tunggu Konfirmasi

Waktu resmi dari Backpack adalah 1–5 hari kerja. Tapi berdasarkan pengalaman nyata pengguna, dana sering masuk sekitar 2 jam. Waktu ini bisa bervariasi tergantung bank pengirim dan volume transfer pada hari tersebut.

Setelah dana masuk, Backpack akan mengirim notifikasi email dan saldo akun langsung diperbarui.

Dari pengalaman langsung: biaya platform Backpack untuk wire transfer memang benar-benar nol. Dana juga masuk jauh lebih cepat dari yang diumumkan secara resmi — sekitar 2 jam dalam uji coba. Untuk pengguna yang perlu memindahkan USD dalam jumlah besar ke bursa, ini jauh lebih efisien dibanding jalur lain yang sering memungut 1–5% biaya konversi.


Cara Tarik Dana (Withdrawal) dari Backpack

Penarikan bisa dilakukan dalam dua bentuk: kripto langsung ke wallet, atau USD via wire transfer kembali ke rekening bank.

Penarikan Kripto

Login ke Backpack → “Withdraw” → pilih aset → masukkan alamat wallet tujuan → konfirmasi dengan 2FA.

Biaya penarikan kripto mengikuti tabel di bagian sebelumnya. Pilih jaringan Solana untuk USDT jika memungkinkan — biayanya 0,6 USDT vs 5 USDT di Ethereum.

Penarikan USD via Wire Transfer

Langkah 1: Login → klik akun → pilih “Withdraw” → pindah ke tab “Wire Transfer”

Langkah 2: Isi detail rekening bank Indonesia kamu:

  • Bank Name (nama bank tujuan, misal Bank BCA)
  • Account Holder Name (harus sesuai nama KYC)
  • Account Number
  • SWIFT/BIC Code bank kamu
  • Bank Address

Beberapa kode SWIFT bank besar di Indonesia:

  • BCA: `CENAIDJA`
  • Bank Mandiri: `BMRIIDJA`
  • BNI: `BNINIDJA`
  • CIMB Niaga: `BNIAIDJA`

Langkah 3: Konfirmasi jumlah penarikan dan selesaikan verifikasi 2FA. Backpack tidak mengenakan biaya platform untuk wire withdrawal. Proses biasanya berlangsung dalam beberapa jam hingga 1–2 hari kerja.

Untuk panduan deposit di bursa lain, kamu juga bisa membaca cara daftar dan deposit di Binance sebagai referensi perbandingan.


Fitur Utama Backpack Exchange

Di luar trading spot biasa, ada beberapa fitur yang perlu diketahui.

Backpack Exchange antarmuka trading spot SOL

Kontrak Perpetual

Backpack menyediakan leverage trading untuk BTC, ETH, SOL, dan aset utama lainnya. Biaya Maker/Taker 0,02%/0,05% — setara dengan Binance Futures. Sejak September 2025, pengguna di Uni Eropa bisa mengakses fitur ini via Backpack EU yang beroperasi di bawah lisensi MiFID II.

Grid Bot Otomatis

Diluncurkan Januari 2026. Cocok untuk pasar sideways — sistem secara otomatis beli rendah dan jual tinggi dalam rentang harga yang sudah ditentukan. Pengguna cukup set rentang harga dan jumlah grid, bot yang mengeksekusi.

Tokenisasi Saham AS

Sejak Oktober 2025, Backpack bekerja sama dengan Superstate untuk menghadirkan token yang terikat dengan saham AS. Fitur ini masih dalam tahap awal dan ketersediaannya bergantung pada yurisdiksi pengguna.

Lending & Borrowing

Tersedia untuk pengguna yang ingin meminjamkan aset kripto mereka untuk mendapatkan bunga, atau meminjam aset dengan jaminan kripto. Fitur ini juga tersedia di Jepang sejak Desember 2025.

Backpack Exchange pasar pinjaman

Program Poin dan Potensi Airdrop

Backpack menjalankan program poin sejak 2024. Poin terakumulasi dari aktivitas trading, holding aset tertentu, dan mengajak pengguna baru. Spekulasi umum di komunitas adalah poin ini kemungkinan akan bisa ditukarkan dengan token platform jika Backpack suatu saat meluncurkan token — meskipun tidak ada pengumuman resmi soal ini.

Cara mengumpulkan poin:

  • Trading spot dan kontrak perpetual (berdasarkan volume)
  • Mengajak pengguna baru yang menyelesaikan KYC
  • Memegang Mad Lads NFT (juga memberikan VIP fee tier)

Pendekatan yang paling masuk akal: gunakan Backpack untuk trading yang memang sudah kamu rencanakan, dan biarkan poin terakumulasi secara alami. Memaksa volume trading semata-mata untuk poin berarti membayar biaya nyata untuk potensi yang masih tidak pasti.


Pajak Kripto untuk Pengguna Indonesia

Regulasi pajak kripto di Indonesia diperbarui cukup signifikan pada 2025. Berdasarkan PMK 50/2025 yang berlaku sejak 1 Agustus 2025:

  • Tidak ada lagi PPN untuk transaksi kripto
  • Dikenakan PPh Pasal 22 Final sebesar 0,21% dari nilai transaksi (untuk transaksi via platform dalam negeri yang terdaftar)
  • Untuk platform luar negeri seperti Backpack: tarif PPh-nya 1% dari nilai transaksi
  • Saldo dan transaksi kripto juga diwajibkan dilaporkan dalam SPT tahunan

Perbedaan tarif ini (0,21% vs 1%) secara teknis menjadi pertimbangan biaya tambahan saat menggunakan bursa internasional. Namun untuk banyak trader, keunggulan biaya trading Backpack yang lebih rendah dari Indodax tetap bisa mengkompensasi selisih pajak ini tergantung volume.

Aturan pajak kripto terus berkembang — sebaiknya konsultasikan dengan konsultan pajak untuk situasi spesifik kamu.


Backpack vs Indodax vs Tokocrypto: Mana yang Cocok?

Tidak ada jawaban tunggal, tapi berikut framework yang berguna.

Pilih Indodax jika:

  • Kamu ingin deposit/withdrawal dalam IDR langsung
  • Kamu baru mulai dan lebih nyaman dengan antarmuka berbahasa Indonesia
  • Kamu trading pasangan IDR secara aktif

Pilih Tokocrypto jika:

  • Kamu ingin bursa lokal dengan biaya lebih rendah dari Indodax
  • Kamu familiar dengan ekosistem BNB/Binance (Tokocrypto terafiliasi dengan Binance)
  • Kamu perlu pasangan IDR tapi dengan lebih banyak pilihan aset

Pilih Backpack jika:

  • Kamu aktif di ekosistem Solana (SOL, NFT, DeFi Solana)
  • Kamu butuh deposit/withdrawal USD via wire transfer tanpa biaya platform
  • Kamu trader aktif yang ingin biaya Maker lebih rendah
  • Kamu ingin bukti cadangan (proof of reserves) yang diverifikasi harian
  • Kamu ingin bursa dengan lisensi regulasi internasional yang kuat

Untuk banyak trader Indonesia yang sudah berpengalaman, kombinasi yang umum adalah bursa lokal (Indodax atau Tokocrypto) untuk IDR + Backpack untuk akses pasar global dengan biaya lebih efisien.


FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah Backpack Exchange legal digunakan di Indonesia?

Backpack tidak beroperasi di bawah regulasi OJK atau Bappebti Indonesia, karena ini adalah bursa internasional. Tidak ada larangan bagi pengguna Indonesia untuk menggunakannya, serupa dengan penggunaan Binance atau Bybit. Namun pastikan kamu memahami kewajiban pelaporan pajak untuk transaksi di platform luar negeri sesuai PMK 50/2025.

Apakah KYC wajib di Backpack?

Ya. Backpack mewajibkan verifikasi identitas penuh sebelum bisa deposit atau trading. KYC mencakup dokumen identitas resmi dan verifikasi wajah.

Apakah Backpack mendukung Rupiah (IDR)?

Tidak. Backpack hanya mendukung deposit fiat dalam USD via wire transfer SWIFT. Untuk masuk ke Backpack, pengguna Indonesia perlu mengonversi ke USD terlebih dahulu, atau langsung deposit kripto dari bursa lain.

Berapa lama proses KYC Backpack?

Biasanya selesai dalam beberapa menit secara otomatis. Dalam beberapa kasus bisa memakan waktu 1–2 hari kerja untuk review manual.

Apa itu Reference Number dalam wire transfer Backpack?

Kode unik yang digenerate oleh Backpack untuk mengidentifikasi transfer masuk ke akun kamu. Wajib diisi di kolom “Berita Transfer” saat melakukan wire dari bank Indonesia. Jika lupa mengisi, dana tetap masuk tapi bisa memerlukan proses manual yang lebih lama.

Bisakah deposit menggunakan akun bank orang lain?

Tidak. Backpack hanya menerima transfer dari rekening bank atas nama yang sama dengan KYC di platform. Transfer dari pihak ketiga akan ditolak atau dikembalikan.

Apakah ada aplikasi mobile Backpack?

Ya, tersedia di App Store (iOS) dan Google Play (Android).

Backpack vs Binance — mana yang lebih baik?

Keduanya melayani kebutuhan berbeda. Binance punya lebih banyak pilihan aset (600+), jauh lebih besar dari segi volume, dan sudah sangat familiar. Backpack lebih dalam di ekosistem Solana, punya wire transfer USD langsung, dan biaya Maker yang lebih rendah. Untuk mayoritas trader Indonesia, Binance tetap jadi pilihan utama — Backpack lebih cocok sebagai pelengkap untuk kasus penggunaan spesifik.


Kesimpulan: Siapa yang Cocok Menggunakan Backpack?

Backpack bukan pengganti Indodax untuk kebutuhan IDR, dan bukan pengganti Binance untuk varietas aset. Posisinya lebih sebagai bursa dengan keunggulan spesifik yang terasa jelas bagi pengguna tertentu.

Backpack tepat dipilih jika:

  • Kamu butuh wire transfer USD — biaya nol di platform, proses cepat (uji coba sekitar 2 jam), dan tidak ribet
  • Kamu aktif di Solana — integrasi dompet, biaya penarikan rendah, komunitas yang sama
  • Kamu peduli transparansi cadangan — bukti cadangan ZK harian yang bisa diverifikasi siapa saja
  • Kamu trader aktif yang sensitif biaya — biaya Maker 0,08% lebih rendah dari kebanyakan opsi

Kurang cocok jika kamu butuh trading pair IDR langsung, atau perlu akses ke ratusan altcoin.

Untuk trader Indonesia yang sudah melewati tahap awal dan mulai perlu akses pasar global yang lebih luas, Backpack layak dipertimbangkan sebagai bagian dari ekosistem bursa yang digunakan.


Referensi terkait:



Peringatan Risiko dan Penyangkalan

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan saran investasi. Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi — harga bisa berfluktuasi secara signifikan dan kamu bisa kehilangan sebagian atau seluruh modal yang diinvestasikan. Informasi pajak dalam artikel ini bersifat umum dan mungkin tidak mencerminkan situasi individu kamu; konsultasikan dengan konsultan pajak profesional untuk kepastian hukum. Selalu lakukan riset sendiri dan pastikan kegiatan kripto yang kamu lakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku di wilayah kamu.