Review Avici Card 2026: Kartu Visa Kripto Self-Custody, Tanpa Biaya Transaksi

Ringkasan Singkat

  • Avici Card adalah Visa Secured Credit Card — kamu menjaminkan USDC untuk mendapatkan kredit USD, lalu berbelanja dengan kartu tersebut. Ini bukan kartu debit; asetmu tetap berada di smart contract yang kamu kendalikan sendiri.
  • Tersedia dua tingkatan: Platinum dan Signature. Masing-masing hadir dalam versi virtual dan fisik. Tier Infinite sedang dalam pengembangan. Tidak ada tier Gold.
  • Virtual Platinum gratis untuk kartu pertama; Signature virtual mulai $30/tahun pertama. Tidak ada cashback persentase — Signature mendapatkan manfaat Visa resmi seperti akses lounge via aplikasi.
  • Top-up dengan USDC via EVM L2 atau Solana. Minimal $1, proses 2–7 menit, tanpa biaya transaksi, tanpa gas di EVM L2.
  • Indonesia masuk daftar negara yang didukung — kamu bisa mendaftar tanpa hambatan.
  • Gunakan kode referral XCYQ68 saat mendaftar untuk mendapatkan diskon 10% pada biaya kartu.

Avici Card Itu Apa? Bedanya dengan Kartu Debit Kripto Biasa

Sebagian besar kartu kripto yang beredar di pasaran menggunakan model debit: kamu simpan aset kripto di platform, platform mengkonversinya ke mata uang fiat secara real-time saat bertransaksi, dan kepemilikan aset berpindah tangan pada saat itu juga. Avici bekerja dengan cara yang berbeda secara fundamental — ini adalah Visa Secured Credit Card, dengan mekanisme inti yang disebut Loan Escrow.

Berikut cara kerjanya secara sederhana:

  1. Kamu menyetorkan USDC ke dalam sebuah Loan Escrow smart contract yang di-deploy di blockchain. Kontrak ini dimiliki oleh dompetmu sendiri — Avici, Rain, maupun Visa sama sekali tidak bisa mengaksesnya.
  2. Avici menggunakan USDC yang dijaminkan itu untuk membuat kredit USD di kartumu, dengan nilai yang setara.
  3. Saat kamu berbelanja, sistem memotong dari saldo kredit USD, bukan langsung dari aset kriptomu.
  4. Setiap 1–2 hari sekali, atau paling lama satu minggu, Avici baru melakukan likuidasi USDC dari smart contract sesuai nilai yang sudah kamu belanjakan.

Contoh konkret: kamu menyetorkan $300 USDC ke dalam kontrak. Kartu kamu memiliki kredit $300 USD. Kamu membeli barang seharga $80 di Tokopedia. Saldo kreditmu berkurang $80, namun USDC-mu masih ada di smart contract. Baru 1–2 hari kemudian, senilai $80 USDC dilikuidasi dari kontrak secara otomatis. Risiko volatilitas USDC tetap ada di tanganmu selama periode itu.

Keunggulan model ini cukup jelas: kamu tidak perlu menyerahkan aset kripto ke platform. Bahkan jika Avici atau Rain mengalami masalah, kamu masih bisa menarik sisa dana yang belum dilikuidasi dari kontrak kapan saja. Namun ada sisi risikonya juga — karena USDC yang dijaminkan masih berada di pasar kripto, volatilitas tetap berdampak, dan jika ada masalah dengan penerbit USDC (Circle), risiko itu tetap ada.

Avici bermitra dengan Rain sebagai penerbit kartu, dan beroperasi di jaringan Visa — artinya kartu ini diterima di lebih dari 100 juta merchant Visa di seluruh dunia, termasuk pembayaran tap-to-pay di toko fisik maupun belanja online.

Fitur utama Avici Card — Visa Secured Credit Card berbasis kripto

Baca juga: Perbandingan Kartu Kredit Kripto Terbaik 2026 — Mana yang Paling Worth It?


Platinum vs Signature: Pilih yang Mana?

Avici saat ini membuka dua tingkatan kartu: Platinum dan Signature. Tier Infinite sudah diumumkan dan “segera hadir,” tapi belum bisa didaftar sekarang. Tidak ada tier Gold — kalau kamu menemukan artikel lama yang menyebut Gold, itu informasi yang sudah usang.

Tampilan Avici Platinum Card — kartu fisik berbasis USDC

Berikut tabel perbandingan lengkap kedua tier (sumber: halaman biaya resmi docs.avici.money):

ItemPlatinum VirtualPlatinum FisikSignature VirtualSignature Fisik
Biaya kartu tahun pertamaGratis untuk pelanggan baru; kartu berikutnya $10 sekali bayar$50 sekali bayar$30$75
Biaya tahunan (tahun ke-2+)Tidak adaTidak ada$20/tahun$20/tahun
Biaya transaksi belanja$0$0$0$0
Biaya valuta asing (Avici)0% (Visa tambah 0,4–1% untuk non-USD)Sama0% (Visa tambah 0,4–1% untuk non-USD)Sama
Biaya ATM per transaksi$1 + 0,65%$1 + 0,65%$0$0
Batas ATM harian$250, maks 3 transaksi$250, maks 3 transaksi$250, maks 3 transaksi$250, maks 3 transaksi
Biaya transaksi ATM ditolak$0,60$0,60$0$0
Biaya cek saldo ATM$0,60$0,60$0$0
Manfaat Visa resmiTidak adaTidak adaAda (Lounge App, asuransi perjalanan, dll.)Ada (sama)

Cara memilih yang mudah:

  • Mau coba dulu tanpa modal besar: Kartu virtual Platinum gratis untuk kartu pertama. Tidak ada biaya, langsung bisa dipakai.
  • Sering bepergian ke luar negeri: Signature membawa manfaat Visa Signature resmi — akses lounge via Visa Airport Companion App, antar-jemput bandara, tiket bioskop gratis, asuransi perjalanan, dan lainnya. Perlu dicatat: jatah lounge gratis bukan dari Avici sendiri, melainkan dari jaringan Visa Signature. Fitur lounge gratis penuh akan hadir di tier Infinite.
  • Butuh tarik tunai di ATM: Signature sangat unggul — biaya $0 vs Platinum yang kena $1 + 0,65% per transaksi. Kalau kamu rutin tarik tunai, selisih ini terasa signifikan dalam jangka panjang.
  • Hanya butuh kartu belanja sehari-hari tanpa embel-embel: Platinum lebih hemat jangka panjang, terutama jika kamu jarang pakai ATM.

Soal cashback: Avici tidak menawarkan cashback persentase dari belanja. Jika kamu membaca artikel atau review lama yang menyebut angka seperti “8% cashback” atau “3% cashback,” itu adalah informasi yang salah — tidak ada satu pun dokumen resmi Avici yang menyebut persentase cashback dari belanja. Satu-satunya program reward yang ada adalah referral (dijelaskan di bawah).

Catatan biaya valuta asing: Avici sendiri tidak memungut markup FX. Namun jaringan Visa dapat menambahkan biaya lintas batas 0,4–1% untuk transaksi non-USD. Biaya ini adalah milik Visa, bukan Avici. Jika kamu belanja di merchant yang menggunakan IDR atau mata uang selain USD, perhitungkan biaya ini.


Cara Daftar Avici Card dari Indonesia: KYC, Top-Up, hingga Transaksi Pertama

Pengguna di Indonesia bisa mendaftar Avici Card. Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang dibatasi maupun dilarang. Berikut panduan langkah demi langkah untuk pengguna Indonesia.

Dashboard aplikasi Avici — tampilan dompet dan saldo kartu

Langkah 1: Download Aplikasi dan Buat Akun

Kunjungi avici.money atau cari “Avici” di App Store atau Google Play. Daftar menggunakan email, lalu aplikasi akan meminta kamu membuat Passkey di perangkatmu — bisa menggunakan sidik jari atau Face ID. Passkey ini adalah salah satu penanda tanda tangan dompetmu; setiap transaksi akan memerlukan konfirmasi biometrik ini. Jangan ganti perangkat utama sebelum mengatur pemulihan akun.

Langkah 2: Verifikasi Identitas (KYC) — Wajib

Pilihan jenis akun saat proses KYC Avici

KYC dilakukan melalui layanan pihak ketiga bernama Sumsub, proses yang serupa dengan sebagian besar exchange kripto. Kamu perlu:

  • Memilih jenis akun (personal atau bisnis)
  • Mengunggah dokumen identitas (KTP atau paspor, depan dan belakang)
  • Menyelesaikan uji kehidupan (liveness check) menggunakan kamera depan

Avici menggunakan paket AML Sumsub untuk memantau pengguna dan dana on-chain secara berkelanjutan. Data KYC kamu akan dibagikan kepada mitra penerbit kartu, Rain. Proses verifikasi biasanya selesai dalam hitungan menit hingga beberapa jam.

Langkah 3: Beli Kartu dan Masukkan Kode Referral

Proses pembuatan kartu virtual Avici di aplikasi

Setelah KYC disetujui, pilih tier kartu (Platinum atau Signature) dan format (virtual atau fisik) di dalam aplikasi. Saat proses pembayaran, masukkan kode referral XCYQ68 untuk mendapatkan diskon 10% dari biaya kartu. Pastikan kamu melakukan pembayaran melalui jaringan EVM agar kode referral aktif.

Opsi pengiriman untuk kartu fisik:

  • Pengiriman gratis (tanpa pelacakan): estimasi 3–4 minggu
  • Pengiriman prioritas internasional: $50, estimasi 1–2 minggu dengan nomor resi

Kartu fisik diproduksi oleh TAG Systems menggunakan bahan plastik polivinil putih.

Langkah 4: Beli USDC dari Exchange Indonesia dan Top-Up Dompet

Untuk pengguna di Indonesia, jalur yang paling praktis adalah:

  1. Beli USDC di exchange kripto yang beroperasi di Indonesia dan telah terdaftar di OJK/Bappebti, seperti Indodax, Pintu, Tokocrypto, atau Binance.
  2. Withdraw USDC ke alamat dompet Avici kamu. Pilih jaringan EVM L2 (misalnya Base, Arbitrum, Mantle, Scroll, atau BNB Smart Chain) — Avici menanggung biaya gas di L2, jadi kamu tidak perlu menyimpan ETH untuk membayar gas.
  3. Dana muncul di saldo dompet Avici dalam 2–7 menit.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • EVM L2 = gratis gas: Avici menanggung biaya gas untuk top-up melalui jaringan L2. Gunakan ini daripada Ethereum mainnet.
  • Ethereum mainnet tidak gratis: Jika kamu withdraw via Ethereum mainnet, Avici tidak menanggung gas — kamu harus punya ETH untuk biaya transaksi, dan biayanya bisa lumayan mahal.
  • Solana juga didukung: 5 transaksi pertama per hari gratis; setelahnya butuh sedikit SOL untuk gas.
  • Token lain juga bisa: Kalau kamu tidak punya USDC langsung, Avici terintegrasi dengan Relay — sistem otomatis akan swap token lain ke USDC di latar belakang. Kamu tidak perlu swap manual.
  • Minimum top-up $1, tidak ada batas maksimum yang disebutkan di dokumen resmi.

Konteks regulasi OJK: Perdagangan aset kripto di Indonesia diatur oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Penggunaan aset kripto untuk konsumsi sehari-hari seperti melalui Avici Card berada di area yang terus berkembang regulasinya. Pengguna dianjurkan untuk selalu mengikuti perkembangan regulasi dan memastikan kepatuhan pribadi. Artikel ini bukan nasihat hukum atau keuangan.

Langkah 5: Alokasikan Saldo ke Kredit Kartu dan Mulai Belanja

Setelah USDC masuk ke dompet Avici, top-up saldo kredit kartumu dari dalam aplikasi — prosesnya 2–7 menit. Setelah itu kartu siap dipakai:

  • Kartu virtual: salin nomor kartu untuk transaksi online, atau tambahkan ke Apple Pay / Google Pay untuk pembayaran tap-to-pay
  • Kartu fisik: sama seperti kartu kredit Visa biasa saat diterima, bisa juga ditambahkan ke dompet digital

Kamu bisa membuat kartu virtual tak terbatas. Setiap kartu bisa diberi label berbeda dan batas belanja tersendiri (misalnya satu kartu khusus langganan, satu untuk belanja online, satu untuk perjalanan). Semua kartu berbagi saldo kredit yang sama dari satu akun.

Tidak ada siklus tagihan dan tidak perlu pembayaran manual. Avici secara otomatis melikuidasi USDC dari smart contract setiap 1–2 hari atau maksimal satu minggu. Kamu cukup memastikan cukup USDC di kontrak.


Rincian Biaya Lengkap Avici Card

Berikut ringkasan semua biaya yang relevan, berdasarkan dokumen resmi Avici:

Jenis BiayaPlatinumSignature
Biaya transaksi belanja$0$0
Biaya otorisasi rendah$0$0
Markup valuta asing (Avici)0%0%
Biaya lintas batas Visa (non-USD)0,4–1% (dikenakan Visa, bukan Avici)0,4–1% (dikenakan Visa, bukan Avici)
Biaya top-up kartu$0$0
Biaya tarik ke dompet$0$0
Biaya ATM per transaksi$1 + 0,65%$0
Biaya transaksi ATM ditolak$0,60$0
Biaya cek saldo di ATM$0,60$0
Batas tarik ATM harian$250, maks 3x$250, maks 3x

Beberapa hal yang sering terlewatkan:

  • Biaya “ditolak” ATM untuk Platinum: Jika transaksi ATM kamu ditolak karena saldo kurang atau masalah jaringan, kamu tetap dikenakan $0,60. Cek dulu saldo kredit lewat aplikasi sebelum ke ATM.
  • Cek saldo di ATM juga berbayar (Platinum): $0,60 per pengecekan. Gunakan aplikasi untuk cek saldo, jauh lebih hemat.
  • Biaya Visa FX bukan dari Avici: Avici memang tidak memungut markup FX sendiri, tapi Visa menambahkan 0,4–1% untuk transaksi dalam mata uang selain USD. Saat berbelanja di merchant IDR, biaya ini perlu diperhitungkan.

Intinya: belanja online dan pembayaran digital sehari-hari hampir tanpa biaya. Perbedaan utama antara dua tier ada di ATM — kalau kamu sering tarik tunai, Signature jauh lebih hemat.


Negara yang Didukung dan Dibatasi: Siapa yang Bisa Daftar?

Indonesia termasuk dalam daftar negara yang didukung Avici Card. Kamu bisa mendaftar dan menggunakan kartu tanpa batasan khusus berdasarkan kewarganegaraan atau residensi Indonesia.

Avici Card saat ini mendukung sekitar 50 negara dan wilayah, mencakup Australia, Jepang, Hong Kong, Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Brasil, Uni Emirat Arab, Afrika Selatan, Mesir, Meksiko, Bangladesh, Pakistan, Ghana, Kenya, dan banyak lagi. Amerika Serikat hanya mendukung 31 negara bagian tertentu.

Berikut negara-negara di mana penduduknya tidak bisa mendaftar Avici Card:

  • Belarus, China Daratan, Kuba, India, Iran, Irak, Israel
  • Myanmar, Nepal, Nikaragua, Korea Utara, Rusia, Sri Lanka, Suriah
  • Turki, Ukraina, Venezuela, Vietnam

Berikut negara-negara di mana kartu Avici tidak bisa digunakan untuk bertransaksi (wilayah sanksi):

  • Kuba, Iran, Korea Utara, Rusia, Suriah, Ukraina, Venezuela

Penting: daftar pembatasan pendaftaran dan daftar pembatasan transaksi adalah dua hal yang berbeda. Kamu yang tinggal di Indonesia bebas mendaftar dan menggunakan kartu, termasuk saat bepergian ke berbagai negara (kecuali negara-negara di daftar sanksi di atas).

Selain batasan geografis, ada juga kategori merchant yang tidak bisa digunakan untuk transaksi Avici Card, di mana pun lokasimu:

  • Narkotika ilegal, senjata api, konten ilegal
  • Perjudian dan lotere
  • Layanan dewasa / escort
  • Barang palsu atau pelanggaran hak kekayaan intelektual
  • Bisnis ujaran kebencian
  • Lembaga keuangan, layanan transfer uang, bank, perusahaan investasi (membutuhkan persetujuan tambahan)

Keamanan: Loan Escrow Smart Contract + Dompet Passkey

Avici memiliki dua fitur keamanan yang layak dibahas lebih dalam, karena keduanya sangat berbeda dari kartu kripto konvensional.

Self-Custodial Loan Escrow

USDC yang kamu jadikan jaminan disimpan dalam sebuah Loan Escrow smart contract yang di-deploy di blockchain. Kontrak ini dimiliki oleh alamat dompetmu. Avici dan Rain tidak bisa mengakses atau memindahkan dana ini — mereka hanya bisa memulai proses likuidasi setelah transaksi belanja terjadi. Kamu bisa menarik sisa dana yang belum dilikuidasi kapan saja.

Bandingkan dengan model kartu debit kripto tradisional: di model debit, kamu menyerahkan aset ke platform, platform mengkonversi ke fiat saat transaksi. Jika platform bermasalah, asetmu bisa ikut terblokir. Model Avici setidaknya memastikan sebagian besar asetmu tetap berada di kontrak yang kamu kendalikan.

Zerodev Smart Wallet + Passkey

Dompet EVM Avici dibangun di atas Zerodev — ini adalah smart contract wallet, bukan dompet biasa. Tidak ada private key dalam pengertian tradisional untuk bagian EVM. Sebagai gantinya, tanda tangan kamu adalah kombinasi email akun dan Passkey perangkat. Setiap transaksi memerlukan konfirmasi biometrik melalui Passkey.

  • Tidak ada private key = tidak bisa dicuri melalui phishing private key (untuk bagian EVM)
  • Passkey tersimpan di security chip perangkat, sulit diekstrak dari jarak jauh
  • Ada fitur social recovery — kamu bisa menyiapkan metode pemulihan cadangan

Pengecualian penting: dompet Solana Avici bukan smart contract wallet. Private key Solana bisa diekspor dari halaman Pengaturan di aplikasi. Jika kamu menyimpan aset Solana dalam jumlah besar di sana, simpan private key-nya dengan aman.

Catatan realistis: desain smart wallet dan Passkey sangat mengurangi risiko kehilangan private key atau pencurian seperti yang umum terjadi di dompet biasa. Tapi ada trade-off — jika kamu ganti perangkat tanpa mengatur social recovery terlebih dahulu, akses ke akun bisa menjadi sangat sulit. Segera atur social recovery setelah mendaftar.


Program Referral: Cara Pakai Kode XCYQ68

Program referral Avici sederhana dan transparan:

  • Pengguna baru: Masukkan kode referral saat mendaftar untuk mendapatkan diskon 10% dari biaya kartu. Contoh: Signature virtual $30 jadi $27 dengan kode ini.
  • Pihak yang mereferral: Setiap kali mengajak pengguna baru yang sukses mendaftar, kamu mendapat 20% dari biaya kartu yang dibayar pengguna baru sebagai reward.

Batasan penting: kode referral hanya berlaku untuk pembayaran via jaringan EVM. Pembayaran lewat Solana tidak mengaktifkan diskon maupun reward. Pastikan kamu menggunakan EVM L2 saat membayar biaya kartu jika ingin kode referral berfungsi.

Kode referral situs ini: XCYQ68


Cocok untuk Siapa? Tidak Cocok untuk Siapa?

Setelah memahami semua mekanismenya, gambaran siapa yang paling cocok dengan Avici Card cukup jelas.

Avici Card cocok jika kamu:

  • Sudah memegang USDC atau stablecoin lain dan ingin punya Visa yang bisa langsung dipakai berbelanja
  • Belanja di platform internasional dan ingin menghindari markup FX dari Avici (0%)
  • Mengutamakan self-custody — tidak mau menyerahkan aset kripto sepenuhnya ke platform
  • Butuh kartu yang bisa ditambahkan ke Apple Pay atau Google Pay
  • Pengguna Signature yang sesekali bepergian ke luar negeri dan ingin manfaat Visa Signature
  • Ingin mengatur pengeluaran per kategori dengan beberapa kartu virtual

Avici Card kurang cocok jika kamu:

  • Mengharapkan cashback persentase dari belanja — Avici tidak punya program ini. Kartu seperti Ether.fi Cash atau Pionex Card bisa jadi pilihan yang lebih sesuai jika cashback adalah prioritas.
  • Dana utamamu dalam bentuk IDR dan belum familiar dengan cara membeli USDC. Meski Indodax, Pintu, Tokocrypto, atau Binance memudahkan proses ini, tetap ada langkah tambahan yang perlu dilakukan.
  • Sering tarik tunai di ATM dan hanya mau ambil tier Platinum — biaya ATM Platinum ($1 + 0,65% per transaksi) akan terasa berat jika digunakan rutin.
  • Sangat memperhatikan implikasi pajak dan hukum — setiap kali kartu digunakan, USDC dilikuidasi dari smart contract. Di banyak yurisdiksi termasuk Indonesia, ini bisa dianggap sebagai “pelepasan aset” yang berpotensi memiliki implikasi pajak. Konsultasikan dengan konsultan pajak pribadimu.

Baca juga: Kartu Kredit Kripto Terbaik 2026 — Perbandingan Lengkap untuk Pengguna Indonesia


FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Q1. Avici Card itu kartu debit atau kartu kredit?

Avici Card adalah Visa Secured Credit Card, bukan kartu debit. Kamu menjaminkan USDC untuk mendapatkan kredit USD di kartu, lalu berbelanja menggunakan kredit tersebut. USDC baru dilikuidasi dari smart contract setelah transaksi terjadi, dengan jeda 1–2 hari hingga satu minggu. Berbeda dari kartu debit yang langsung memotong aset saat transaksi.

Q2. Bagaimana cara beli USDC untuk pengguna di Indonesia?

Cara termudah adalah membeli USDC di exchange kripto yang beroperasi di Indonesia seperti Indodax, Pintu, Tokocrypto, atau Binance menggunakan transfer bank IDR. Setelah itu, withdraw USDC ke alamat dompet Avici menggunakan jaringan EVM L2 (Base, Arbitrum, Mantle, Scroll, atau BNB Smart Chain) — Avici menanggung biaya gas di L2, jadi tidak perlu ETH tambahan. Dana masuk ke dompet Avici dalam 2–7 menit.

Q3. Apakah USDC saya aman? Kalau Avici tutup, bagaimana?

Menurut dokumentasi resmi, Loan Escrow contract bersifat self-custodial dan dimiliki oleh alamat dompetmu. Avici maupun Rain tidak memiliki akses ke dana tersebut. Secara teori, bahkan jika Avici berhenti beroperasi, kamu masih bisa menarik sisa dana yang belum dilikuidasi. Namun ini bergantung pada asumsi bahwa smart contract bebas dari bug dan USDC (diterbitkan Circle) tetap berfungsi normal. Risiko tetap ada di ekosistem kripto secara umum. Jangan menaruh dana yang tidak bisa kamu tanggung kehilangannya.

Q4. Kapan tagihan harus dibayar? Ada siklus billing tidak?

Tidak ada siklus tagihan dan tidak ada pembayaran manual. Avici secara otomatis melikuidasi USDC dari Loan Escrow contract setiap 1–2 hari sekali, paling lambat satu minggu. Kamu hanya perlu memastikan ada cukup USDC di kontrak untuk dilikuidasi sesuai dengan jumlah yang sudah dibelanjakan.

Q5. Manfaat Visa Signature apa saja? Apakah ada akses lounge gratis?

Pemegang kartu Signature mendapatkan manfaat Visa Signature resmi, yang mencakup akses ke lounge bandara via Visa Airport Companion App, layanan antar-jemput bandara, tiket bioskop gratis, asuransi perjalanan, dan lainnya — ketersediaan masing-masing manfaat bergantung pada wilayah. Perlu dicatat: akses lounge gratis penuh adalah fitur tier Infinite yang belum diluncurkan. Untuk Signature, kamu bisa menggunakan Visa Airport Companion App untuk memeriksa manfaat lounge yang berlaku di kawasanmu. Detail manfaat Visa Signature bisa dilihat di situs resmi Visa.

Q6. Apakah penggunaan Avici Card di Indonesia ada risiko hukum?

Indonesia tidak melarang penggunaan aset kripto untuk konsumsi pribadi, namun regulasi sektor kripto terus berkembang di bawah pengawasan OJK dan Bappebti. Setiap kali menggunakan kartu Avici, USDC dilikuidasi — ini berpotensi memiliki implikasi pajak tergantung interpretasi regulasi perpajakan aset digital di Indonesia. Artikel ini tidak merupakan nasihat hukum atau pajak. Sebaiknya konsultasikan situasi spesifikmu dengan konsultan pajak atau ahli hukum. Peraturan berbeda antar negara dan terus diperbarui — pastikan kamu selalu mengikuti perkembangan terkini.

Q7. Berapa banyak kartu virtual yang bisa dibuat?

Kamu bisa membuat kartu virtual sebanyak yang diinginkan. Untuk Platinum: kartu pertama gratis, kartu berikutnya $10 sekali bayar (tanpa biaya tahunan). Untuk Signature: setiap kartu $30 di tahun pertama, lalu $20/tahun berikutnya. Semua kartu berbagi satu saldo kredit yang sama, tapi masing-masing kartu bisa diatur batas belanjaannya sendiri — berguna untuk memisahkan pengeluaran per kategori.

Q8. Rantai blockchain apa saja yang didukung Avici?

Dokumentasi resmi Avici secara eksplisit menyebut BNB Smart Chain, Monad, Mantle, Scroll, dan Solana sebagai jaringan yang didukung. Selain itu, dokumen top-up menyebut “EVM L2” secara umum — jaringan L2 populer seperti Base, Arbitrum, dan Polygon kemungkinan besar sudah termasuk. Ethereum mainnet juga didukung, namun Avici tidak menanggung biaya gas di sana. Untuk daftar terlengkap dan paling terkini, cek langsung di aplikasi atau dokumentasi resmi.

Q9. Apa bedanya Avici Card dengan kartu kripto biasa yang ada di Indonesia?

Sebagian besar kartu kripto yang populer menggunakan model debit: aset kriptomu dijual saat transaksi, kamu tidak lagi memegang aset tersebut. Avici menggunakan model secured credit: aset USDC-mu tetap terkunci di smart contract yang kamu kendalikan, dan hanya dilikuidasi secara berkala setelah transaksi. Ini berarti kamu tetap terpapar pada potensi kenaikan (atau penurunan) harga USDC selama periode antara transaksi dan likuidasi. Model ini cocok untuk mereka yang ingin tetap memegang posisi aset kripto sambil punya alat pembayaran Visa.

Kesimpulan: Apakah Avici Card Worth It untuk Pengguna Indonesia?

Avici Card mengisi posisi yang cukup spesifik di pasar kartu kripto: kartu Visa berbasis model Secured Credit yang benar-benar menjaga aset pengguna dalam self-custody, dengan struktur biaya yang lebih bersih dibandingkan banyak kompetitor — nol biaya transaksi, nol markup FX dari Avici sendiri.

Untuk pengguna di Indonesia, jalannya relatif mudah: beli USDC di Indodax, Pintu, Tokocrypto, atau Binance, withdraw via EVM L2 (Avici tanggung gas), dan kartu siap digunakan dalam hitungan menit. Tidak ada hambatan khusus untuk WNI.

Keterbatasannya juga perlu diakui: tidak ada cashback persentase, biaya ATM untuk Platinum terasa berat jika rutin digunakan, dan produk ini masih dalam tahap awal (tier Infinite belum rilis). Bagi yang mencari kartu dengan cashback aktif, ada pilihan lain di pasar yang mungkin lebih cocok.

Tapi jika kamu sudah punya stablecoin, mengutamakan self-custody, dan butuh satu kartu Visa yang bisa dipakai global — Avici adalah salah satu opsi yang paling jujur soal fee dan keterbatasan produknya. Tidak ada janji cashback yang dilebih-lebihkan, tidak ada biaya tersembunyi yang baru ketahuan setelah daftar.

Gunakan kode referral XCYQ68 untuk hemat 10% biaya kartu pertamamu (berlaku untuk pembayaran via jaringan EVM).

Disclaimer: Artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto memiliki risiko volatilitas tinggi dan tidak cocok untuk semua orang. Regulasi aset digital di Indonesia dan berbagai yurisdiksi terus berkembang — pengguna bertanggung jawab untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku di wilayah masing-masing. Biaya dan ketentuan yang tercantum dalam artikel ini bersumber dari dokumentasi resmi Avici dan dapat berubah sewaktu-waktu; selalu cek informasi terbaru di situs resmi Avici sebelum mendaftar. Artikel ini tidak merupakan nasihat hukum, peraturan, atau keuangan.